Opini Anda

Desain specimen kedua Zero Rupiah

Tanggal Post: 2012-01-30 02:53:28
Instansi/Layanan Publik: Pengadilan

Kali ini desain Zero Rupiah menggunalkan Gus Dur sebagai ikon. Gus Dur dikenal sebagai tokoh tanpa kompromi dan tidak kenal takut, suatu karakter yang perlu dimiliki relawan anti korupsi.

 

gusdur

Zero Rupiah Desain 1

Tanggal Post: 2012-01-27 04:48:56
Instansi/Layanan Publik: Pengadilan
On Tags: zero rupiah 

Berikut ini desain mata uang untuk kampanye Zero Rupiah. Desain ini menggunakan mata uang pecahan Rp100 ribu sebagai template. Masih diperlukan beberapa perbaikan untuk desain ini, terutama untuk membuat pesannya tersampaikan dengan jelas.

 

Zerorupiah1

Zero Rupiah: Alat Sindir Koruptor

Tanggal Post: 2012-01-24 22:34:14
Instansi/Layanan Publik: Proses Tilang

Ada dua tipe korban pungli yang biasa ditemui di Indonesia. Pertama, korban pungli yang yang dengan sukarela membayar kepada oknum karena enggan diperlakukan tidak nyaman. Kedua, korban pungli yang dipaksa membayar dengan berbagai cara oleh oknum setelah sebelumnya korban ini ‘melawan’ terlebih dahulu.

          Perbedaan dari kedua tipe ini adalah ekspektasi awal yang terbentuk di pikiran mereka saat akan berurusan dengan instansi publik. Tipe pertama dari awal telah menerima kenyataan bahwa pungli merupakan hal yang tak terhindarkan saat berurusan dengan instansi publik di negeri ini. Mereka tidak berusaha melakukan ‘perlawanan’ karena meyakini bahwa hal tersebut akan sia-sia. Hal ini kemudian mereka jadikan justifikasi bahwa keputusan yang mereka ambil (menyuap) bisa dimaafkan/dimengerti karena sudah menjadi semacam ‘norma’ umum yang berlaku. Sementara tipe kedua percaya bahwa masih ada peluang bagi mereka untuk terhindar dari pungli. Taktik dan keberanian dikumpulkan sedemikian rupa sebelum mereka menginjakkan kaki di instansi publik tempat  mereka akan mengurus dokumen atau perizinan. Pada akhirnya, orang-orang dengan tipe kedua ini harus menghadapi berbagai jebakan dan ancaman yang telah disiapkan oleh oknum di instansi tersebut. Hanya segelintir orang dengan nyali dan persistensi tinggi yang berhasil lolos tanpa harus menyuap. Sisanya (sebagian besar), terpaksa membayar pungli sepertihalnya tipe pertama.

          Persamaan dari kedua tipe tersebut adalah, mereka muak sekali diperlakukan seperti itu secara terus-menerus oleh berbagai instansi yang seharusnya melayani mereka. Yang fatal, perasaan dipecundangi oleh oknum secara terus-menerus ini pada akhirnya akan mengubah ekspektasi tipe kedua menjadi sama dengan tipe pertama. Akhirnya, lama-kelamaan tidak ada lagi yang merasa perlu untuk melakukan perlawanan terhadap pungli. Ini sebuah bencana bagi gerakan pemberantasan korupsi di negeri ini.

          Orang-orang yang masuk tipe kedua adalah asset bagi gerakan ini. Mereka perlu dimotivasi dan diberi perlengkapan untuk terus melakukan perlawanan. Salah satu ‘perlengkapan’ perang yang bisa diberikan kepada orang-orang tipe kedua ini adalah alat untuk menyindir oknum yang melakukan pungli. Ide ini terinspirasi oleh gerakan Zero Rupee di India yang digagas oleh Vijay Anand. Gerakan Zero Rupee dimulai dengan mendistribusikan jutaan lembar tiruan uang dengan nominal nol Rupee. Lembaran uang tersebut digunakan untuk MENYINDIR para oknum yang melakukan pungli.Berikut contoh uang Zero Rupee dalam gerakan tersebut:

 

zero rupee

 

          Gerakan yang sama perlu kita lakukan di Indonesia, sebagai upaya untuk memberikan empowerment kepada para calon korban pungli. Kita bisa mencetak uang Zero Rupiah, kemudian mendistribusikannya kepada siapa saja yang memerlukan. Zero Rupiah ini bisa diselipkan diantara uang pungli yang dibayarkan, sebagai ‘bonus’ sekaligus SINDIRAN kepada oknum yang melakukan pungli. Semua orang bisa terlibat dalam gerakan ini. Tidak ada konsekuensi legal terhadap penggunaan uang tiruan ini karena PBB dan berbagai lembaga internasional sendiri telah member dukungan (lihat ZeroCurrency.org).

Tulisan ini adalah sebuah prolog bagi kampanye Zero Rupiah. Taktik dan perkembangan kampanye ini akan terus diupdate di situs www.laporsuap.com. Segala bentuk dukungan akan sangat berarti. Mari kita mulai!

 

Ide Zero Rupiah digagas pertama kali oleh saudara @paijodirajo

Kemudian akan dicoba digaungkan oleh rekan-rekan komunitas Tokek lewat website www.laporsuap.com

Perpanjang paspor=buat baru

Tanggal Post: 2012-01-19 19:26:06
Instansi/Layanan Publik: Pembuatan Paspor

Ketidak jelasan tarif pembuatan maupun perpanjangan paspor adalah satu peluang suap yang besar

sebagai contoh berkenaan dengan diri saya sendiri ketika harus memperpanjang paspor saya dan kedua anak saya,tarif resmi mungkin hanya sekitar 250 ribu per paspor,tetapi jika ingin cepat maka tarif bisa melonjak menjadi antara 500 ribu per orang,lumayan juga kan,,,hal ini nyata saya alami di kantor imigrasi yogya yg berada di jalan solo,padahal jelas-jelas tertulis disitu hindari calo,iya calonya memang nggak ada,wong kita bisa nego langsung ke petugas nya (bpk S),tarif kilat = nggak pakai bertele-tele...(kata "bertele-tele" inilah yang menjadikan kita akhirnya ikut-ikutan "memeriahkan" jagad persuapan di negara kita tercinta),ini baru memperpanjang saja sudah jadi mahal...gimana kalo buat paspor baru yaaaak....

harusnya selain ditulis hindari calo,dikantor imigrasi ditulisi tarif resmi pembuatan /perpanjangan paspor,dan tarif resmi urusan-urusan ke imigrasian lain nya

Bolak balik minimal 3 kali ke kantor Imigrasi

Tanggal Post: 2011-12-17 04:24:11
Instansi/Layanan Publik: Pembuatan Paspor
Sistematika pembuatan paspor di kantor keimigrasian mengharuskan pemohon bolak balik minimal 3 kali ke kantor imigrasi. Kedatangan pertama untuk penyerahan dokumen dan penentuan kedatangan kedua untuk jadwal wawancara dan pengambilan foto. Paspor baru bisa jadi/diambil saat kedatangan ketiga, yakni beberapa hari setelah wawa.ncara, itupun kalau dokumen pendukung lengkap dan disetujui. Proses yang tidak sebentar dan efisien ini memicu beberapa pemohon menggunakan jalur ilegal

KUA Online Reduksi Suap Penghulu

Tanggal Post: 2011-12-16 15:12:42
Instansi/Layanan Publik: KUA

Khusus untuk wilayah Jabotabek, penghulu merupakan salah satu komoditas yang luar biasa langka. Seorang penghulu bisa diperebutkan oleh dua sampai lima pasang calon pengantin pada hari yang sama (biasanya weekend). Konsekuensinya, para penghulu mengikuti hukum ekonomi, dimana they sell their service to the highest bidder. Pasangan yang bisa memberi hibah/gratifikasi/suap tertinggilah yang akan mendapat prioritas dari penghulu.

Kementerian Agama memang telah dinobatkan sebagai kementerian paling korup oleh KPK, namun tidak ada salahnya memberi masukan. Memang kemungkinannya kecil sekali masukan ini akan didengar pegawai kementerian agama (wong masukan Allah SWT aja tidak didengar), tapi siapa tahu masih ada sedikit nurani yang terbuka.

Begini masukannya, alangkah baiknya jika kementerian agama yang memiliki anggaran berpuluh triliun per-tahun itu bisa membangun sebuah situs online yang memungkinkan calon pengantin untuk melihat jadwal dan membooking penghulu. Dengan adanya situs ini, para calon pengantin tidak perlu berkompetisi untuk memberi harga paling tinggi kepada penghulu. Pasangan yang paling cepat membooking penghulu-lah yang akan mendapatkan prioritas waktu. Demikian juga bagi penghulu situs ini sangat bermanfaat. Mereka bisa mendapat jadwal mereka secara otomatis dari situs ini, tanpa perlu bersusah-payah menyusun jadwal secara manual.

Yang paling penting, ide situs KUA online ini bisa membuat biaya mendatangkan penghulu seminimal mungkin (biasaya administrasi dan transportasi saja). Ditambah lagi, dengan adanya situs ini, urusan keluarga pengantin memberi uang sebagai tanda terimakasih seusai acara akad nikah bukan lagi masuk ranah suap-menyuap.

Mengurangi Suap dalam Ujian SIM

Tanggal Post: 2011-12-16 15:12:10
Instansi/Layanan Publik: Proses Tilang

Ujian SIM adalah salah satu hotspot praktik suap di Kepolisian RI. Ada dua modus operandi yang biasa dilakukan oknum anggota Polri:

1. Bekerjasama dengan calo atau lembaga kursus mengemudi untuk memberi kemudahan pada pemohon SIM yang membayar sejumlah uang tertentu.

2. Memanipulasi hasil ujian tertulis untuk memeras para pemohon SIM yang tidak mau membayar suap.

 

Untuk mengurangi hal ini, Polri sebagai lembaga yang terhormat dan yang bertanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat di jalan raya perlu mempertimbangkan untuk melakukan hal-hal berikut:

1. Mempublikasikan semua aturan lalu lintas dalam bentuk cetak dan online. Selama ini para pemohon SIM kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai aturan lalu lintas di Indonesia.

2. Mengumumkan hasil tes tulis secara online, tanpa perantara petugas. Akan lebih baik jika ujian tertulis juga dilakukan secara online, tidak perlu datang ke kantor polisi. Tujuan dari ujian tertulis adalah mensosialisasikan aturan lalu lintas kepada calon pengemudi, bukan untuk mengetes intelejensi dan kemampuan menghapal calon pengemudi. Di negara seperti Australia misalnya, calon pengemudi diberi kesempatan untuk mencoba latihan soal. Semua material yang terkait dengan ujian juga diberikan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Slip Biru Tilang

Tanggal Post: 2011-12-16 14:09:52
Instansi/Layanan Publik: Pengadilan

Untuk mengurangi suap tindak pelanggaran lalu lintas (tilang), informasi berikut ini mungkin dapat memberi panduan bagi kita:


Mintalah SLIP BIRU kepada petugas polantas yang menilang anda. Kenapa? Karena keduanya memiliki kegunaan yang berbeda:


SLIP MERAH, berarti kita menyangkal telah melakukan pelanggaran lalu lintas dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Pada praktiknya pengadilan akan selalu (100%) menjatuhkan vonis salah pada pelaku tindak pelanggaran lalu lintas.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Pembayaran dilakukan lewat transfer ke nomer rekening negara di salah satu Bank BUMN. Resi bukti transfer kemudian ditunjukkan kepada petugas kepolisian di POLSEK dimana SIM kita ditahan. Resi ditukar dengan SIM. Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu. Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.


Sumber: anonim

| 1 | 2 | 3 | 4 Lebih Lama >>