General Post

Korupsi Kecil: Medan Pertempuran yang Terlupakan

Ditulis Oleh: admin
Tanggal Post: 2012-03-02 19:39:30
On Tags: korupsi kecil 

Gerakan antikorupsi telah berlangsung hampir satu dekade di Indonesia. Banyak prestasi yang telah dihasilkan dalam gerakan ini, termasuk pengungkapan kasus-kasus korupsi besar oleh penegak hukum terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kita sebagai warga negara yang baik tentunya merasa bangga dan gembira akan pencapaian ini, dimana akhirnya hukum atas tindak korupsi sedikit demi sedikit mulai ditegakkan di negara ini.

        Namun demikian, kita sebenarnya mengharapkan dampak pengungkapan kasus-kasus korupsi besar oleh KPK tersebut akan terasa langsung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sayangnya, hal tersebut tidak kunjung menjadi kenyataan. Masyarakat masih terus berhadapan dengan oknum birokrat dan aparat yang tidak jujur, meminta suap sebagai imbalan atas pelayanan yang sudah semestinya mereka berikan sebagai abdi masyarakat. Hal ini karena para koruptor kecil ini belum tersentuh oleh upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK. Sumberdaya KPK yang terbatas tidak memadai untuk digunakan mengurusi kasus korupsi kecil seperti ini. Ditambah lagi, banyak pihak yang berusaha membatasi kemampuan dan sumberdaya KPK.

        Mau tidak mau, masyarakat harus berpartisipasi aktif membantu KPK di front pertempuran yang terlupakan ini. Terutama karena kerugian yang ditimbulkan oleh korupsi kecil yang dilakukan oleh oknum birokrat dan aparat ini langsung dirasakan oleh masyarakat yang setiap hari bersinggungan dengan mereka. Contohnya, pungutan liar masih terus terjadi di semua layanan publik, mulai dari layanan umum seperti pengurusan surat izin mengemudi, tilang, KTP, catatan sipil, imigrasi, bea cukai, sampai dengan layanan yang spesifik seperti penghulu di KUA. Inilah yang harus kita lawan bersama secara swadaya lewat strategi yang terstruktur.

        Untuk menyatukan potensi masyarakat dalam gerakan perlawanan terhadap korupsi kecil ini, kami mempersembahkan situs www.laporsuap.com ini sebagai platform untuk melaporkan dan menyebarluaskan informasi yang terkait. Akumulasi informasi di situs ini diharapkan dapat menjadi alat penekan (tekanan sosial) bagi instansi publik untuk memperbaiki diri. Selain daripada itu, situs ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penegak hukum untuk melakukan penyidikan dan penindakan.

 

Selamat berjuang,

Harryadin Mahardika (@HarrySastro)

 

Admin

2 comments for Korupsi Kecil: Medan Pertempuran yang Terlupakan

  • Audilaine
    2014-01-01 12:22:43
    Dear Freda:First, I want to thank all our friends who vote with what they buy. Without their fhaitful supports, Third Place will not even exist. Third Place will have her historical significance in Taiwan's Salon and Spa industry.Third Place is the first Salon and Spa in Taiwan that don't use fear based and distrust based Commission System to reward hairstylists or Spa aestheticians. People told me that I am crazy to trust young hairstylists will work for non-commission. All hairstylists got into this profession for money, not for their passion or service from heart. I just want to prove to them that they are wrong. People want to be trusted and wanted to participate in something larger than themselves. Of course, we have a merit based salary with open book management and 20% profit sharing and a different career paths for all our hairstylists. They can open their own salons and stay within our network, they can become a teacher at Canmeng Institute or they can be a happy hairstylists who practice Daymaking everyday with their best friends ( guests ). Hairstylist is a beautiful and rewarding profession if you decided not to put money in the center of your career path. In Canmeng, we are trying to create a new beauty industry which is not built on commission, but on lifestyle choice and Daymaking. Time really flies, especially, during our age.I intend to focus my time on Ripplemaker Foundation starting in 2013.Ripplemaker Foundation's mission is to help people to realize their dream through entrepreneurship. I firmly believe people don't need charity, people just need chance.In many ways, Ripplemaker Foundation is like a Profit for Purpose ( PFP ) business. Ripplemaker Foundation will be financed completely by my own efforts, not seeking any donation or government fund. I think this is the problem for most NPO who needs donors, sponsors and grants to survive. I think PFP business is the next phase, in addition to the buzz business model: Social Business or Social entrepreneur.If you read my book or search this blog, you will find the origin and the evolution of this PFP Business model.Well, I am going to put it into experiment now. ( Red Room is actually a kind of PFP business model already, if you look closely. )Thank you for your well wishes. I shall need it.Ping
  • Manik
    2014-01-20 16:31:29
    Please let me know if you're looking for a atuhor for your weblog. You have some really good posts and I believe I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I'd absolutely love to write some articles for your blog in exchange for a link back to mine. Please blast me an e-mail if interested. Many thanks! http://gbuahfdki.com [url=http://oovrxn.com]oovrxn[/url] [link=http://jbnsaom.com]jbnsaom[/link]

Kirim Komentar

Tidak akan ditampilkan