Polling

Hasil polling untuk Zero Rupiah

Filter berdasarkan tanggal

-
-

Ada dua tipe korban pungli yang biasa ditemui di Indonesia. Pertama, korban pungli yang yang dengan sukarela membayar kepada oknum karena enggan diperlakukan tidak nyaman. Kedua, korban pungli yang dipaksa membayar dengan berbagai cara oleh oknum setelah sebelumnya korban ini ‘melawan’ terlebih dahulu.

          Perbedaan dari kedua tipe ini adalah ekspektasi awal yang terbentuk di pikiran mereka saat akan berurusan dengan instansi publik. Tipe pertama dari awal telah menerima kenyataan bahwa pungli merupakan hal yang tak terhindarkan saat berurusan dengan instansi publik di negeri ini. Mereka tidak berusaha melakukan ‘perlawanan’ karena meyakini bahwa hal tersebut akan sia-sia. Hal ini kemudian mereka jadikan justifikasi bahwa keputusan yang mereka ambil (menyuap) bisa dimaafkan/dimengerti karena sudah menjadi semacam ‘norma’ umum yang berlaku. Sementara tipe kedua percaya bahwa masih ada peluang bagi mereka untuk terhindar dari pungli. Taktik dan keberanian dikumpulkan sedemikian rupa sebelum mereka menginjakkan kaki di instansi publik tempat  mereka akan mengurus dokumen atau perizinan. Pada akhirnya, orang-orang dengan tipe kedua ini harus menghadapi berbagai jebakan dan ancaman yang telah disiapkan oleh oknum di instansi tersebut. Hanya segelintir orang dengan nyali dan persistensi tinggi yang berhasil lolos tanpa harus menyuap. Sisanya (sebagian besar), terpaksa membayar pungli sepertihalnya tipe pertama.

          Persamaan dari kedua tipe tersebut adalah, mereka muak sekali diperlakukan seperti itu secara terus-menerus oleh berbagai instansi yang seharusnya melayani mereka. Yang fatal, perasaan dipecundangi oleh oknum secara terus-menerus ini pada akhirnya akan mengubah ekspektasi tipe kedua menjadi sama dengan tipe pertama. Akhirnya, lama-kelamaan tidak ada lagi yang merasa perlu untuk melakukan perlawanan terhadap pungli. Ini sebuah bencana bagi gerakan pemberantasan korupsi di negeri ini.

          Orang-orang yang masuk tipe kedua adalah asset bagi gerakan ini. Mereka perlu dimotivasi dan diberi perlengkapan untuk terus melakukan perlawanan. Salah satu ‘perlengkapan’ perang yang bisa diberikan kepada orang-orang tipe kedua ini adalah alat untuk menyindir oknum yang melakukan pungli. Ide ini terinspirasi oleh gerakan Zero Rupee di India yang digagas oleh Vijay Anand. Gerakan Zero Rupee dimulai dengan mendistribusikan jutaan lembar tiruan uang dengan nominal nol Rupee. Lembaran uang tersebut digunakan untuk MENYINDIR para oknum yang melakukan pungli.Berikut contoh uang Zero Rupee dalam gerakan tersebut:

  1. Desain pertama zero rupiah

  2. Desain kedua zero rupiah.

  3. Desain ketiga zero rupiah.

Setuju dengan desain pertama?

Setuju dengan desain kedua?

Setuju dengan desain ketiga?